Senin, 29 April 2019

ARTIKEL 2

Pemanfaatan Komputer Di Masyarakat

Pemanfaatan Komputer Di Masyarakat
Sekarang kita berada di dalam dunia yang sedang mengalami revolusi penerapan hasil teknologi terutama dari teknologi komputer. Komputer telah mempengaruhi kehidupan kita baik pribadi, masyarakat, organisasi-organisasi dan pemerintahan. Artinya komputer telah berperan sangat penting hampir disegala bidang kehidupan masyarakat. Komputer merupakan salah satu penemuan produk teknologi, tetapi komputer lebih cepat berkembang dibandingan teknologi lainnya. Hal yang membedakan komputer jika dibandingkan dengan teknologi lainnya adalah :
Kemampuan komputer untuk dapat diprogram, guna melaksanakan berbagai tugas dengan kecepatan dan ketelitian yang tinggi.
Kecepatan perkembangan teknologinya.
Bermula dari komputer berukuran besar yang membutuhkan pembangkit panas, sampai saat ini komputer dengan ukuran kecil dan bisa dibawa kemana-mana.
Pada dasarnya komputer digunakan untuk menyimpan, mengolah dan mengambil kembali berbagai jenis data untuk bermacam-macam kebutuhan.

Contoh bidang pekerjaan yang terpengaruh oleh komputer :

Di Bidang Teknik dan Ilmu Pengetahuan
Pengolahan data pada aplikasi teknik memanfaatkan kecepatan dan ketepatan komputer dalam menyelesaikan perhitungan-perhitungan yang sulit dan rumit. Penelitian dan riset pengembangan yang berbahaya bila dilakukan manusia dan membutuhkan biaya yang besar, sekarang dapat dilakukan secara simulasi pada komputer.
Para ahli nuklir dapat membuat model reaktor nuklir pada layar komputer
Membuat model molekul-molekul yang dapat ditampilkan secara grafik pada komputer, untuk mengamati bagaimana molekul-molekul itu saling bereaksi dengan lainnya.
Dapat dipergunakan untuk mempelajari keadaan tanah serta contour dari suatu daerah (GIS=Geografic Information System).
Aplikasi dari CAD (Computer Aided Design) digunakan untuk merancang bentuk-bentuk bidang teknik, seperti rancangan mobil, gedung ataupun suatu ruang.
Bidang Bisnis Kegunaan komputer pada aplikasi bisnis adalah untuk menyediakan informasi dengan cepat dan tepat. Salah satu aplikasi bidang bisnis adalah MIS (Management Information System) atau SIM (Sistem Informasi Manajemen).
SIM merupakan suatu sistem informasi yang banyak diterapkan pada perusahaan-perusahaan untuk menyediakan informasi yang diperlukan oleh semua tingkat manajemen. Salah satu bagian dari SIM adalah AIS (Accounting Information System) yaitu sistem akuntansi yang meyediakan informasi baik manajemen maupun pihak luar yang menggunakan komputer untuk mengolah data akuntansinya.

Bidang Industri
Penerapan komputer di bidang industri memungkinkan proses produksi di dalam industri lebih efisien dan efektif.

Di dalam proses produksi komputer dipergunakan untuk pengawasan numerik (numerical control) atau pengawasan proses (proses control).
Pengawasan numerical berarti pengawasan secara otomatis terhadap posisi dan operasi dari mesin-mesin yang dipergunakan, seperti misalnya mesin pres, mesin pemotong dan lain-lainnya. Contoh komputernya adalah IBM’s AUTOSPOT ( AUTOmatic Systemf for Positioning Tools)
Pengawasan proses (process control) berarti menyediakan otomatisasi di dalam operasi proses yang sifatnya kontinyu. Komputer digunakan industri untuk mengatur secara otomatis variabel-variabel yang mempengaruhi proses produksi yang sulit dilakukan oleh manusia secara serentak seperti waktu pengolahan, berat bahan, temperatur, volume dan sebagainya. Aplikasinya digunakan untuk produksi baja, penyulingan minyak, semen, makanan, bahan-bahan kimia dan lain-lainnya.
Bidang Perbankan
Komputer dipergunakan untuk menghasilkan informasi baik bagi manajemen bank sendiri atau kepada nasabah bank, misalnya melalui ATM (Automatic teller Machine) dan Internet Bangking.

Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan komputer digunakan sebagai alat bantu dalam proses belajar. Misalnya program paket belajar matematika, biologi, bahasa sampai dengan pengukuran hasil belajar (ujian melalui komputer) dan lainnya. Metode belajar dengan komputer cukup efektif kar

ARTIKEL 3

Kreasi Teknologi untuk Meminimalisasi Dampak Bencana


Setiap kali mendengar kabar tentang bencana dari media, baik elektronik, cetak maupun sosial, ada kepedihan mendalam yang tidak dapat digambarkan. Bencana tersebut bisa berupa bencana alam maupun bencana lain yang disebabkan oleh kelalaian manusia. Ada banyak kerugian yang disebabkan oleh bencana, baik materil berupa benda, barang berharga maupun immateril berupa sakit penyakit, trauma, dan bahkan hingga kehilangan nyawa. Bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, kita harus bisa memahami potensi bencana yang bisa saja terjadi di sekitar kita.
Indonesia sendiri merupakan wilayah yang rawan terpapar bencana, terutama bencana alam. Dari berbagai daerah di Indonesia, kita sering mendengar tentang bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi yang merusak, tsunami, dan lain sebagainya. Bahkan, Jakarta yang menjadi ibukota negara, etalase negara bagi negara lain, tidak luput dari bencana, terutama bencana banjir, meskipun terus dilakukan usaha-usaha untuk meminimalisasi dampak bencana banjir tersebut.
Dalam era teknologi informasi yang semakin berkembang saat ini, kita disuguhkan banyak hal yang bisa membantu dalam memahami potensi bencana tersebut. Sekali lagi, perlu ditekankan bahwa bencana bisa terjadi menerpa siapa saja dan kapan saja. Namun, setiap bencana memiliki karakteristik tertentu yang bisa dipelajari sehingga bisa diciptakan sistem peringatan dini yang  bertujuan untuk meminimalisasi dampak bencana tersebut.
Informasi yang cepat dan akurat tentang bencana menjadi kebutuhan terkini bagi masyarakat. PT Zurich Insurance Indonesia (ZII) sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dalam bisnis asuransi, berinisiatif untuk meluncurkan sebuah mobile application yang bertujuan untuk peringatan dini tentang bencana. Dengan peringatan dini tersebut, setiap pengguna bisa meminimalisasi dampak risiko bencana yang terjadi.


Z-Alert adalah aplikasi berbasis smartphone yang bisa diunduh secara gratis dari Google Play atau App Store. Ketika kita mengunduh Z-Alert, kita harus mengisi form registrasi dan lokasi yang ingin dipantau. Sejauh ini, area yang sudah bisa dimonitor adalah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Menurut Philippe Danielski, Presdir ZII, dengan menggunakan sistem peringatan dini berbasis mobile tersebut, dampak kerusakan bisa direduksi hingga 50%  untuk kendaraan bermotor dan 25% untuk properti.
Z-Alert menerapkan sistem tanggap risiko bencana untuk memberikan informasi yang cepat secara waktu, tepat sesuai lokasi yang berbasis peta, dan akurat karena diperiksa dan dipastikan kebenarannya. Misalnya informasi banjir, kita bisa melihat lokasi bencana dan jaraknya terhadap lokasi kita bahkan kedalaman banjir di lokasi tersebut. Selain informasi banjir, Z- Alert juga menyediakan informasi/peringatan  tentang kecelakaan lalu lintas, pemadaman listrik maupun kebakaran, bahkan informasi tentang bengkel terdekat apabila kita mengalami kerusakan mobil di jalan.
Ketika informasi banjir kita terima di ponsel, kita bisa menghindari daerah yang sedang terjadi bencana tersebut, memberitahukan kepada keluarga dan rekan-rekan untuk tidak melewati lokasi tersebut melalui media sosial maupun aplikasi lainnya. Dan terutama bila berkaitan dengan lokasi tempat tinggal, kita bisa melakukan upaya penanggulangan misalnya memindahkan kendaraan maupun mengamankan anggota keluarga. Informasi tersebut tersedia selama 24 jam sehari dalam 7 hari seminggu, dengan kata lain notifikasi tersebut akan stay alert alias tersedia setiap saat.
Peluncuran aplikasi ini sangat menjawab kebutuhan masyarakat Jakarta. Sebagai warga kota metropolitan, dengan tingkat kesibukan yang tinggi dan kebutuhan informasi yang cepat, tepat dan akurat, Z-Alert menjadi asisten pribadi yang setia menemani penggunanya. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengunduh aplikasi ini di ponsel anda sekarang. Andapun akan menjadi seseorang yang stay alert dan tanggap risiko bencana.
Tentu aplikasi ini diharapkan dapat menjangkau area yang lebih luas lagi. Saya teringat ketika mengunjungi lokasi pengungsian di daerah Karo, Sumatera Utara. Bencana erupsi Gunung Sinabung yang menerpa masyarakat Tanah Karo berakibat dampak yang sangat luas. Kehilangan penghasilan akibat lahan pertanian yang terdampak debu, anak-anak kehilangan kesempatan belajar di sekolah, dan bahkan kehilangan nyawa akibat tidak mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat akibat bencana tersebut, dan masih banyak risiko lain yang terjadi.
Pada intinya, masyarakat yang berpotensi besar terdampak bencana harus mendapat peringatan dini untuk meminimalisasi bencana, selain itu, perlu diperhitungkan kompensasi yang bisa diterapkan untuk bisa mengurangi risiko bencana. Perusahaan asuransi perlu memikirkan skema layanan untuk petani yang masih besar pasarnya di Indonesia. Dengan kehadiran asuransi, diharapkan petani semakin dicerahkan akan pentingnya pemahaman tentang risiko dan bagaimana melakukan upaya untuk mengurangi dampak risiko, terutama risiko bencana yang tidak dapat dihilangkan.
Z-Alert  sebagai sebuah kreasi digital ini tentu sangat membantu penggunanya untuk bisa meminimalisasi dampak bencana. Ini adalah bagian dari komitmen PT Zurich Insurance Indonesia untuk mendukung masyarakat Indonesia dalam program ketahanan banjir. Sebelumnya telah dilakukan peringatan dini banjir melalui SMS bagi masyarakat di sekitar Bengawan Solo, pendidikan lingkungan, penyediaan fasilitas penanggulan bencana, dan sebagainya. Program ini dilakukan melalui Zurich Foundation dengan pendanaan sebesar 5 juta Swiss Franc hingga 2018 dan didukung oleh pemerintah maupun organisasi non pemerintah seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan International Federation of Red Cross (IFRC).
Sumber: https://www.kompasiana.com/nikosimamora/58ca1c384ef9fd4d19af5987/kreasi-teknologi-untuk-meminimalisasi-dampak-bencana

Kamis, 25 April 2019

Kasus Mengenai Komputer dan Masyarakat

Kasus 1

BPS Sebut Indeks Pembangunan Teknologi RI Rendah.


"Tapi sebenarnya harga gadget itu pilihan, sama dengan tarif internet mana yang terjangkau bagi penggunanya. Kalau memang mereka butuh, pasti akan tetap menyesuaikan," terangnya.

Di sisi lain, indeks mencatat penggunaan internet di Indonesia masih belum merata, meski perkembangan teknologi dan ekonomi digital menumbuhkan penggunaan internet masyarakat di masing-masing kawasan. Sebab, hanya beberapa daerah saja yang mempunyai indeks pembangunan TIK yang melebihi rata-rata nasional.

Misalnya, tingkat pembangunan TIK di DKI Jakarta sekitar 7,41, Yogyakarta 6,12, Kalimantan Timur 5,84, Bali 5,63, dan Kepulauan Riau 5,59. Lalu, Kalimantan Utara 4,95, Banten 4,82, Sulawesi Utara 4,64, Jawa Barat 4,51, dan Kalimantan Selatan 4,41.

Sementara beberapa provinsi justru memiliki indeks yang sangat rendah, seperti; Papua 2,41, Nusa Tenggara Timur (NTT) 2,75, Sulawesi Barat 3,02, Maluku Utara 3,21, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) 3,29.

"Artinya masih ada permasalahan disparitas antara satu provinsi dengan provinsi lainnya. Harapannya, ke depan ada pemerataan baik secara infrastruktur maupun edukasi," pungkasnya.


Kasus 2 :

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Kini Dekati Rp14.200 per Dolar AS


Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.190 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Jumat (26/4) pagi. Angka itu melemah 0,04 persen dibandingkan penutupan Kamis (25/4) yakni Rp14.186 per dolar AS.

Pagi ini, pergerakan mata uang utama Asia cenderung bervariasi. Terdapat mata uang yang melemah seperti baht Thailand dengan besaran 0,02 persen, dolar Singapura sebesar 0,02 persen, dan dolar Hong Kong dengan besaran 0,01 persen.

Namun, terdapat pula mata uang yang menguat seperti won Korea Selatan sebesar 0,01 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,05 persen, dan peso Filipina sebesar 0,07 persen. Di sisi lain, yen Jepang tidak bergerak sedikit pun terhadap dolar AS.


Kemudian, mata uang negara maju tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Dolar Australia melemah 0,09 persen, poundsterling Inggris melemah 0,08 persen, dan euro melemah 0,06 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah masih berpotensi melemah pada hari Jumat. Sentimen Asia masih akan mewarnai pergerakan rupiah hari ini, sama seperti kemarin.

Saat ini, pelaku pasar masih akan menunggu (wait and see) terhadap kelanjutan pertemuan yang membahas perang dagang antara AS dan China yang sedianya akan berlangsung pekan depan di Beijing.

Tak hanya itu, pelaku pasar juga khawatir dengan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang tercatat 1,8 persen secara tahunan yang jauh di bawah ekspektasi analis yakni 2,5 persen. Ini menjadi laju terlemah dalam 10 tahun terakhir.

Terakhir, bank sentral Jepang pada Kamis (25/4) yang berjanji untuk menahan suku bunga hingga tahun depan dianggap sebagai sikap dovish. Sehingga, ada sinyal bahwa bank sentral Jepang pesimistis dengan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi global setahun ke depan.

Seluruh faktor tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati untuk masuk ke pasar Asia. Tak hanya itu, pelaku pasar juga wait and see dengan rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada Jumat (26/4) waktu setempat.

"Hari ini, rupiah juga masih akan melemah dan akan ditransaksikan di level Rp14.088 per dolar AS hingga Rp14.215 per dolar AS," jelas Ibrahim, Jumat (26/4).



Kasus 3 :

Geledah Enam Ruangan Krakatau Steel, KPK Sita Dokumen Proyek.

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT Krakatau Steel (KS) di Jalan Industri, Cilegon Banten. Dari lokasi itu, tim komisi antirasuah menyita sejumlah bukti elektronik dan dokumen-dokumen terkait dengan proyek yang sedang dan akan dikerjakan perusahaan plat merah itu.

"Dari lokasi penggeledahan disita sejumlah dokumen-dokumen terkait proyek yang dikerjakan atau direncanakan oleh PT KS dan sejumlah barang bukti elektronik yang berasal dari data komputer PT KS," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa (26/3).

Dia mengatakan bukti-bukti tersebut akan dipelajari lebih lanjut untuk proses penyidikan kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel.


Febri menjelaskan penggeledahan itu dilakukan pada Senin (25/3) siang hingga Selasa (26/3) dini hari. Ia menyatakan tim KPK menyisir enam ruangan dalam proses penggeledahan tersebut.

Keenam ruangan itu adalah Ruang Direktur Teknologi dan Produksi, Ruang Direktur Logistik, Ruang General Manager Blast Furnace Complex Krakatau Steel, Ruang Manager Blast Furnace Plan, Ruang GM Central Maintenance & Facility dan Ruang Material Procurement.

Febri juga mengingatkan agat jajaran Pimpinan dan pegawai PT Krakatau Steel serius berbenah. KPK, kata Febri, juga mengingatkan agar kasus semacam ini tidak terulang lagi.

Apalagi, kata Febri, PT Krakatau Steel adalah salah satu BUMN yang punya arti penting dalam produksi dan perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, kata Febri, upaya menjaga agar BUMN tetap bersih dari korupsi adalah salah satu pekerjaan yang wajib jadi perhatian bersama.

"Apalagi keuangan BUMN juga termasuk keuangan negara. Dan BUMN semestinya dapat memberikan contoh yang lebih kuat di sektor swasta. Agar bisnis dilakukan secara sehat dan pemisahan yang lebih tegas antara kepentingan Pribadi dan korporasi," katanya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro (WNU) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel.

Selain Wisnu KPK juga menetapkan tiga tersangka lain yakni Alexander Muskitta (AMU) dan Kenneth Sutardja (KSU) dari pihak swasta, serta Kurniawan Eddy Tjokro (KET).

Pihak terduga penerima yakni WNU dan AMU disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pihak terduga pemberi yakni KSU dan KET disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




ARTIKEL 1


9 Aplikasi yang Harus Didownload Sebelum Bulan Ramadhan

ARTIKEL 1

 1. Pengingat waktu solat

Image: http://aplikanologi.com
Biar enggak ketinggalan dan kelupaan sholat kamu wajib men-download aplikasi pengingat waktu solat. Aplikasi ini juga bisa digunakan kalau kamu bingung menentukan waktu buka dan sahur. Aplikasi ini sudah banyak tersedia di Android dan iOs misalnya saja Muslim Pro-Ramadan 2018.

2. Al Quran digital
Image: ttps://www.pelfusion.com
Kalau biasanya waktu luang dimanfaatkan untuk santai-santai, ngobrol, atau cemal cemil sekarang saatnya untuk beribadah. Seperti yang sudah kamu ketahui kalau selama bulan Ramadhan ibadah akan mendapatkan pahala berkali lipat. Makanya kamu harus banget mengunduh Al Quran digital jadi sambil ada waktu luang kamu bisa sambil baca-baca Al Quran.
3. Penunjuk kiblat

Image: Youtube
Aplikasi yang satu ini juga enggak kalah penting nih, terutama buat kamu yang sering atau harus bekerja di lapangan. Biar enggak ada alasan bolong sholat ada baiknya kamu download juga aplikasi penunjuk kiblat.
4. Doa dan dzikir
Image: https://www.appannie.com/
Aplikasi lain yang harus ada di handphone adalah doa dan dzikir. Panduan doa dan dzikir ini bisa memudahkanmu melakukanibadah di sela-sela kesibukan. Daripada waktu istirahat dipakai ngobrol ngalor ngidul lebih baik diganti dengan doa dan dzikir aja.
5. Kalkulator Zakat

Image: GadgetGaul
Satu hal yang juga nggak kalah penting adalah kalkulator zakat nih. Aplikasi ini bisa membantumu menghitung seberapa besar zakat yang perlu kamu bayarkan nih mulai dari harta, profesi dan usaha.
6. Resep mudah

Image: http://www.aplikasi-android.net
Jadi anak perantauan yang suka bingung harus makan apa pas sahur dan buka? Langsung download aplikasi resep yang akan memudahkanmu. Kamu tinggal pilih deh mau masakan apa atau bisa juga disesuaikan dengan bahan-bahan yang kamu punya. Enggak ada alasan lagi kamu bolong sahur karena bingung harus makan apa.
7. Directory restoran

Image: Techcircle
Saat bulan Ramadhan pasti kamu akan lebih sering mencari restoran untuk buka puasa. Daripada tebak-tebakan mending kamu download aplikasi directory restoran yang akan memudahkanmu. Aplikasi ini juga akan membantumu saat harus terpaksa buka puasa di jalan.
8. Aplikasi konsultasi syariah







Image: Yufid
Mumpung lagi bulan Ramadhan enggak ada salahnya untuk memperdalam agama. Mungkin selama ini kamu punya pertanyaan yang belum terpecahkan, bulan Ramadhan ini mudah-mudahan kamu bisa memecahkan lewat aplikasi konsultasi syariah. Aplikasi ini baru tersedia untuk Android saja nih di sini kamu bisa bertanya seputar agama dan hukumnya. Aplikasi konsultasi syariah ini terbagi dalam beberapa kategori nih yaitu dakwah, hadist, ekonomi, dan aqidah Islam.
9. Hadits Shahih Bukhari

Image: APKMonk
Seperti yang sudah diketahui menjalankan sunah mendapatkan pahala. Selama  bulan Ramadhan ini enggak ada salahnya untuk menjalankan sunah nih. Untuk mengetahui sunah bisa melihat dari Kitab Bukhari, kamu bisa mempelajari banyak hal dari sini. Enggak perlu repot cukup download aplikasi Hadits Shahih Bukhari dan otomatis kamu bisa mempelajari lebih dari 7 ribu hadis.
Menyambut bulan suci Ramadhan nggak ada salahnya untuk mengunduh terlebih dahulu aplikasi-aplikasi ini di handphone-mu. Selain itu jangan lupa juga untuk menyiapkan hal lainnya ya seperti belanja kebutuhan sahur dan berbuka puasa atau alat ibadah.

ARTIKEL 2

Digadang Bakal 40 Kali Lebih Cepat dari 4G, Dunia Sudah Makin Dekat dengan Jaringan 5G
DUNIA MAKIN DEKAT DENGAN 5G

2 YEARS AGO BY PRADNYA WARDHANI
2,766
SHARES

Generasi Internet via http://www.creazinetech.com
Jaringan 4G menjadi salah satu kemajuan murah meriah yang tengah dinikmati oleh masyarakat internet Indonesia. Saat ini 4G menjadi primadona dengan menyisihkan saudara tuanya, 3G yang sudah dianggap kurang memadai. Tapi belum sempat kita berpuas diri menikmati 4G, kini sudah ada si adik bungsu yang sedang dalam masa perkembangan: jaringan 5G.

Sejarah singkat internet via turner.com
Yang namanya generasi penerus pastinya jauh lebih canggih. Dalam teknologi 5G, data dikirim melalui gelombang radio dengan frekuensi yang berbeda-beda. Setiap frekuensi akan mengurusi komunikasi yang berbeda. Dengan teknologi ini, digadang-gadang jaringan 5G akan menghasilkan internet yang puluhan kali lebih cepat daripada 4G. Dengan konsep internet of things, jaringan 5G juga memfasilitasi koneksi antar smartphone lebih cepat. Indonesia sendiri sudah melakukan uji coba jaringan 5G oleh PT. Telkom bekerja sama dengan Huawei, yang menghasilkan kecepatan hingga 1Gbps. Wow! Coba bayangkan berapa film yang bisa kamu download dalam satu detik?

Saat ini, jaringan 5G masih dalam tanggap pengembangan dan belum bisa dikomersialkan. Diperkirakan Jepang dan Korea Selatan yang akan terlebih dahulu mengadopsi jaringan ini. Sementara target di Indonesia, 5G bisa ‘dibagi-bagi’ kepada netizen di tahun 2020. Sambil menunggu internet super cepat, yuk kita membahas internet kita bersama saat ini!
Sementara itu di Indonesia belum semua ponsel bisa mengakses 4G. Beberapa yang sudah, kecepatan tetap kembang kempis dan belum merata


Internet sudah jadi kebutuhan utama via www.sehatfresh.com
Meskipun 4G bukan lagi hal mewah di dunia internet kita, nyatanya belum semua orang bisa menikmatinya. Masih banyak daerah yang tidak terjangkau dengan sinyal 4G, meskipun Telkomsel sudah mengembangkan jaringan 4G secara besar-besaran hingga ke bagian timur Indonesia. Kalau termasuk generasi yang gagap 4G, pasti kamu tahu betapa kesalnya melihat banyaknya bonus paket data untuk 4G tapi tak bisa digunakan karena ponselmu keluaran lama yang mentok di 3G dan LTE.
Teknisnya, jaringan 4G memberikan layanan internet yang lebih cepat. Sesuai dengan konsepnya sebagai jaringan yang didesain khusus untuk ponsel pintar


4G dikembangkan sebagai pendamping smartphone via meditbanget.com
Apa sih bedanya 3G dan 4G?
Seperti yang kita tahu semua, huruf G merujuk pada kata ‘generation‘ atau ‘generasi’. Artinya generasi ke-empat adalah pengembangan dan penyempurnaan dari generasi sebelumnya. Pada jaringan 3G, internet adalah prioritas ke-3 karena fokus dari 3G adalah memberikan wadah komunikasi melalui suara, pesan, dan internet. Sementara pada jaringan 4G, internet adalah fokus utama.
Pengembangan 4G disesuaikan dengan maraknya smartphone yang dijejali ribuan aplikasi berbasis internet. Dari segi infrastruktur pun, 4G jauh lebih oke. Pada satu perangkat pemancar sinyal jaringan, 5 MHz 4G bisa menampung hingga 200 user, sementara pada 3G hanya bisa menerima 96user. Dengan begitu, seharusnya kita bisa mengucapkan bye bye internet lemot.
Meski booming-nya baru-baru ini, sebenarnya jaringan 4G sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2010. Korea Selatan adalah negara yang koneksi 4G-nya tercepat


Kecepatan internet di Korea selalu teratas via unilogou.blogspot.co.id
Secara umum, 4G terbagi menjadi dua yaitu WiMax yang diinisiasi di Korea Selatan tahun 2006 dan LTE (Long Term Evolution) yang diinisiasi di Swedia pada tahun 2009. Nah, 4G WiMax sudah masuk di Indonesia sejak Juni 2010 oleh PT First Media sebagai penyedia internet. Selanjutnya tahun 2013 mucul layanan 4G LTE dari Bolt. Dan baru pada tahun 2015, jaringan 4G LTE mulai digunakan untuksmartphone. Saat ini, Korea Selatan dan Singapura masih memimpin internet jaringan 4G LTE dengan rata-rata kecepatan 45Mbps. Sementara Indonesia, meskipun berbagai providertelekomunikasi mengklaim kecepatan sampai 100 Mbps, rata-rata kecepatannya hanya 8,79 Mbps.
Kehadiran jaringan 4G saat ini tentu tak lepas dari saudara-saudara tuanya. Nostalgia sedikit, masih ingatkah kamu masa-masa memakai jaringan 1G, 2G, hingga GPRS?


Era HP jadul via www.pctren.com
Diringkas dengan sederhana, sejarah telekomunikasi nirkabel diawali oleh 1G, 2G, 2,5G, 3G, 4G, dan (rencananya) 5G. Teknologi 1G digunakan di era Ayah dan Ibumu dahulu yaitu saat booming-nya pager. Teknologi 1G memang hanya bisa melakukan komunikasi via suara. Lalu, ingatkah saat ponselmu masih berlayar monokrom dengan nada dering monoponik? Saat itulah kamu memakai jaringan 2G yang diluncurkan secara komersil dalam bentuk GSM untuk melayani pesan suara ataupun teks. Jaringan 2G disempurnakan menjadi 2,5G yang kamu kenal dengan GPRS. Dengan jaringan ini, kamu sudah bisa internet-an ataupun kirim foto lucu via MMS.
Lalu anak ketiga yang mulai dilupakan, ada jaringan 3G yang memberikan akses internet jauh lebih cepat daripada 2G, yaitu sekitar 380kbps. Dengan jaringan 3G ini kamu bisa main media sosial, nonton video di Youtube, dan membantu meredakan kangen pada pasangan yang LDR dengan layanan video call.
Sekarang kamu bisa menikmati jaringan 4,5G yang sudah mulai diedarkan. Konsep utamanya adalah mendukung terciptanya smart city berbasis teknologi


Industri online didukung oleh teknologi 4,5G via blog.alfamartku.com
Untuk siap-siap menikmati 5G yang mencengangkan, saat ini jaringan 4,5G sudah bisa dinikmati di Indonesia. Sejatinya, jaringan 4,5G adalah jaringan 4G yang dioptimalkan dengan berbagai cara. Menurut pakar telekomunikasi, jaringan 4,5G menyediakan internet yang 80% lebih cepat daripada 4G. Saat ini, 4,5G sudah tersedia kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Denpasar. Sayangnya, lagi-lagi diperlukan perangkat yang mumpuni untuk mengakses jaringan ini, alias tidak semua posel bisa merasakan keoptimalan jaringan 4,5G seperti yang dijanjikan.
Begitulah perkembangan teknologi yang selalu dinamis. Apa yang saat ini dianggap sebagai sesuatu yang mahal dan kemewahannya hanya bisa dinikmati segelintir orang, pasti menjadi hal biasa dan ditinggalkan di masa depan. Saat ini jaringan 5G digadang-gadang menjadi teknologi menakjubkan yang ditunggu-tunggu. Puluhan tahun mendatang pastinya bakal ada jaringan 6G atau 7G. Dengan keistimewaan yang diperkirakan akan dimiliki jaringan 5G, coba bayangkan apa yang bisa dilakukan jaringan 6G atau 7G. Teleportasi hanya dengan menekan satu tombol, barangkali?

Sumber : https://www.hipwee.com/feature/digadang-bakal-40-kali-lebih-cepat-dari-4g-dunia-sudah-makin-dekat-dengan-jaringan-5g/


Jurnal Mengenai Kommputer dan Masyarakat



PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK KELAS X
DI SMAN I DEKAI KABUPATEN YAHUKIMO

Yusri
Fakultas Teknik Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI)

Abstrak
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui penggunaan media Teknologi Informasi Komunikasi peserta didik, Untuk mengetahui tingkat penguasaan media Teknologi Informasi Komunikasi para pendidik dalam memotivasi Peserta didik dan Untuk mengetahui hubungan penggunaan media Teknologi Informasi Komunikasi dengan motivasi belajar peserta didik kelas X SMA Negeri I Dekai Kabupaten Yahukimo. Hasil penelitian menunjukkan Bahwa penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Peserta didik berada pada kategori tinggi.  (66,67%). Artinya bahwa penggunaan TIK memiliki manfaat yang sangat besar terhadap peningkatan penguasaan media internet para pendidik dalam memotivasi Peserta didik kelas X SMA Negeri I Dekai Kabupaten Yahukimo. Bahwa tingkat prestasi belajar bahasa inggris Peserta didik berada pada kategori tinggi. (53,34%) artinya bahwa selama ini peningkatan penguasaan media internet para pendidik dalam memotivasi Peserta didik kelas X SMA  Negeri I Dekai Kabupaten Yahukimo adalah dengan gairah, semangat, dan keinginan untuk mempelajari media Teknologi Informasi Komunikasi tersebut. Penggunaan TIK mempunyai hubungan yang kuat dengan peningkatan penguasaan media internet para pendidik dalam memotivasi Peserta didik.  Hal ini ditandai dengan nilai koefisien korelasi R = 0,861 (mendekati nilai angka 1). Artinya semakin diterpa penggunaan TIK pada mata pelajaran Bahasa Inggris maka semakin kuat peningkatan penguasaan media internet para pendidik dalam memotivasi Peserta didik kelas X SMA Negeri I Dekai Kabupaten Yahukimo tersebut.
Kata Kunci: Manfaat Media TIK, Prestasi Belajar.

Copyright @ 2016 -- Jurnal Ilmiah ILKOM -- All rights reserved.

1.   Pendahuluan
Era globalisasi membawa pengaruh pada segenap aspek kehidupan manusia. Hal ini dapat dilihat dari prosesnya yang berada dalam sebuah sistem yang saling mempengaruhi antara satu orang atau kelompok tertentu. Oleh karenanya mereka tidak berjalan dalam ruang hampa dan kosong karena saling membutuhkan. Begitu pula pengaruh antara pendidikan dengan perkembangan sosial- budaya, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di lingkungannya. Sistem pendidikan dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di masyarakat, sebaliknya pendidikan juga mempengaruhi dan bahkan diharapkan dapat mengarahkan perubahan dalam masyarakat agar terjadi ke arah yang positif. Salah satu perubahan besar yang terjadi dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, adalah kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang didukung oleh penggunaan komputer. Dengan kemajuan TIK, maka terjadilah era globalisasi yang merambah pada aspek sosial budaya, politik, ekonomi, termasuk pendidikan. Berkembangnya TIK telah mengubah pola-pola komunikasi dan distribusi informasi tanpa batas wilayah, Negara, atau waktu dan ruang. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah, TIK khususnya belum dapat dimanfaatkan oleh pendidik maupun peserta didik, antara lain dalam pencarian informasi atau bahan pelajaran, mendekatkan jarak ruang dan waktu dalam interaksi pendidik-peserta didik, efisiensi pembelajaran serta penyimpanan berbagai data dan informasi yang diperlukan.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran Bahasa Inggris tentu tergantung pada kemampuan dan kreativitas pendidik dalam mengoperasikan media pembelajaran tersebut. Menurut [1] menyatakan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran dengan efektif dan kontinyu akan dapat mempengaruhi prestasi peserta didik di dalam kelas/sekolah. Hal ini disebabkan karena kemajuan IPTEK telah membawa banyak manfaat untuk mengembangkan sebuah pembelajaran dengan desain atau metode yang cocok dengan keinginan dan selera peserta didik. Dalam hal ini
sebagai salah satu sekolah yang diharapkan dapat berkembang dan menerima setiap perubahan
khususnya dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi di masa yang akan datang. Maka SMA Negeri
1 Dekai Kabupaten Yahukimo sebagai salah satu sekolah yang mencermati perkembangan TIK tersebut sangat sadar akan hal ini, sehingga sebagai manifestasinya berusaha menata kurikulum sekolah yang berbasis muatan lokal dan tetap bertindak global dalam mengadopsi bentuk bentuk



inovasi  pendidikan.  Berdasarkan  latar  belakang  masalah  di  atas,  maka  rumusan  masalah  ini penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi  (TIK), bagaimanakah tingkat prestasi belajar, dan apakah ada pengaruh penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Dekai Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi   (TIK), Untuk mengetahui tingkat prestasi belajar, dan Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Dekai Kabupaten Yahukimo. Kegunaan penelitian ini yang pertama diharapkan dapat mengetahui penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),diharapkan dapat   mengetahui tingkat prestasi belajar, dan diharapkan dapat mengetahui pengaruh penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Dekai Kabupaten Yahukimo. Manfaat yang ke dua diharapkan menjadi bahan referensi dalam rangka pengembangan ilmu komunikasi dan teknologi, diharapkan menjadi bahan informasi bagi para peneliti yang berminat mengembangkan kajian yang relevan dengan hasil penelitian ini, dan diharapkan mampu memberikan bahan masukan bagi Dinas Pendidikan untuk pengembangan teknologi Informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan, terutama pada mata pelajaran Bahasa Inggris.


2.   Landasan Teori
2.1.     Komunikasi dan Pendidikan
Komunikasi  dapat   berhasil   dengan   baik   apabila   timbul   saling   pengertian   atau pemahaman antara sesama manusia, baik sebagai pihak komunikator (pengirim pesan) maupun sebagai pihak komunikan (penerima pesan). Secara etimologi, komunikasi berasal dari bahasa Latin, communicatio. Perkataan ini bersumber dari kata communi yang berarti sama, yaitu sama makna mengenai suatu hal. Sebagaimana yang dijelaskan Schramm [2] bahwa:
Communication  berasal  dari  kata  komuni  yang  berarti  sama.  Jika  mengadakan
komunikasi dengan semua pihak, maka gagasan dinyatakan untuk memperoleh persamaan makna dengan pihak lain mengenai suatu objek tertentu.
Selanjutnya  menurut  Verderber  [3]  mengemukakan bahwa  komunikasi  yang  efektif
adalah komunikasi yang memungkinkan makna yang disampaikan mirip atau sama dengan makna yang dimaksudkan komunikator. Singkatnya komunikasi yang efektif adalah makna bersama”.

2.2.     Teknologi Komunikasi Pembelajaran
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut: Mempelajari atau mengajarkan sesuatu, Mempengaruhi perilaku seseorang, Mengungkapkan perasaan, Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain, Berhubungan dengan orang lain, Menyelesaikan sebuah masalah, Mencapai sebuah tujuan, Menurunkan ketegangan dan menyelesaikan konflik, Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orang lain.


2.3.      Penggunaan TIK Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
1.   Pengertian Teknologi
Menurut Vaza [5] teknologi adalah sebuah proses yang dilaksanakan dalam upaya mewujudkan sesuatu secara rasional. Vaza menekankan kata rasional dalam pengertian teknologi tersebut.
2.   Pengertian Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran
Teknologi pendidikan bisa dipandang sebagai suatu produk dan proses [6] Sebagai suatu produk, teknologi pendidikan mudah dipahami karena sifatnya lebih kongkrit seperti radio, televisi, proyektor, OHP, dan sebagainya. Sebagai sebuah proses, teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai suatu proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang menyangkut semua aspek belajar manusia (AECT, 1977). Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirlah teknologi pendidikan dari adanya permasalahan dalam pendidikan. Ada tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu pendekatan sistem, berorientasi pada siswa, dan pemanfaatan pada sumber belajar [5].
3.   Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran
Saat ini perkembangan teknologi informasi (TI) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TI ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke on line atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.

2.4.      Prestasi Belajar Bahasa Inggris
Menurut Poerwadarmita [7] mengemukakan bahwa prestasi adalah hasil yang dicapai, dilakukan dan dikerjakan, tinggi rendahnya suatu nilai sebagai hasil yang dicapai oleh seseorang. Sedangkan Suryabrata [8] bahwa Prestasi mewujudkan kecakapan suatu manusia dan suatu bangsa.
Sahabuddin mengemukakan bahwa Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses kegiatan yang menimbulkan kelakuan baru atau merubah kelakuan lama sehingga seseorang lebih mampu memecahkan masalah dan menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi. [9]
Pengertian prestasi belajar juga dikemukakan oleh Mudjijana [10] yang mengatakan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seorang siswa berupa penambahan atau peningkatan kualitas perilaku dari rana konigtif, afektif dan psikomotorik yang dicapai melalui aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.
Selanjutnya Winkel [11] mengatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Sedangkan menurut S. Nasution [1996:17] prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat.

3.    Metode Penelitian
3.1. Pendekatan dan Desain Penelitian
a.   Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, yaitu mengkaji keterkaitan antara dua variabel, yaitu Pengaruh TIK dan prestasi belajar.
b.   Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain


Keterangan:  X = TIK; Y = dan prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik Kelas X
3.2. Populasi dan Sampel
a.   Populasi
Pengertian  populasi  adalah  suatu  yang  menjadi  sasaran  penelitian  dalam  usaha memperoleh informasi dan menarik kesimpulan. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan



siswa kelas X Ilmu Sosial I yang mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris diSMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo sebanyak 125 orang.
b.   Sampel
Ukuran sampel ditentukan dengan mengambil sebanyak 25% dari jumlah populasi, pengambilan 20% dari ukuran sampel sejalan dengan pendapat [12] bahwa: …. apabila sudah kurang dari 100 orang maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara  10-15%  atau  20-25% dari  jumlah  populasi. Dalam  penelitian ini  maka  jumlah sampel adalah 30 orang peserta didik.

3.3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah beberapa metode, dengan maksud agar kelemahan dan keterbatasan setiap metode dapat ditutupi oleh metode lain.
1.   Angket
Yaitu sejumlah daftar pertanyaan yang digunakanuntuk memperoleh data dan informasi dari responden pertanyaan-pertanyaan tersebut disusun sedemikian rupa berdasarkan
indikator yang ada
2.   Wawancara
Yaitu kegiatan wawancara langsung kepada kepala sekolah dan pendidik, yang terkait dengan penelitianya itu keadaan peserta didik kelas X SMAN 1 Dekai Kabupaten Yahukimo.

3.4. TeknikAnalisis Data
Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini, maka teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan análisis inferensial.
Untuk keperluan análisis deskriptif digunakan karakteristik nilai tertinggi, nilai terendah, mean, median, modus, distribusi frekuensi, persentase, dan histogram.
Sedangkan  pedoman  pengkategorian  yang  digunakan  untuk  mengelompokkan strategi komunikasi kepala sekolah dan kinerja pendidik berpedoman pada penilaian acuan patokan dari Arikunto (1993:48), yaitu:

   Tabel 1. Penilaian Acuan Patokan          

  Interval Nilai            
Kategori                 

8,1 10,0
6,6 8,0
5,6 6,5
4,1 5,5
  0,0 – 4,0                

Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah
Sangat rendah         

Selanjutnya analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yang  telah  diajukan.  Pengujian  hipotesis  tersebut  dimaksudkan  untuk  mengetahui  ada tidaknya pengaruh penggunaan TIK terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, berdasarkan nilai koefisien korelasi (r).
Untuk maksud tersebut, maka nilai koefisien korelasi (r) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan koefisien korelasi product moment, menurut Arikunto (1993:206) sebagai berikut:

r =
 
nÃ¥ Xi .Yi - (Ã¥ Xi )(Ã¥ Yi )
{nÃ¥ X2 - (Ã¥ X )2 }.{nÃ¥ Y2 - (Ã¥ Y )2 }



Keterangan:


i                                i                           1


rxy            =    Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y. X          =            Penggunaan T I K
Y           =   Prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X Di SMAN I Dekai Kabupaten
Yahukimo
n           =   Jumlah sampel
Kriteria yang digunakan untuk menginterpretasi nilai kuatnya hubungan antara kedua variabel adalah seperti yang dikemukakan oleh Tiro (2000: 48), sebagai berikut:



Tabel 2. Konversi nilai kualitatif nilai IKH.

Nilai IKH            Hubungan


0,80 1,00
0,60 0,79
0,40 0,59
0,20 0,39


Sangat kuat
Kuat Sedang Lemah


  0,00  0,19           Sangat lemah       

4. Hasil

Penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas X di SMAN 1 Dekai Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua. Bila melihat realitas jawaban setiap responden dapat dikatakan bahwa penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai terhadap peserta didik sangat bagus. Hal ini ditandai dengan lebih dari 50% responden memberikan jawaban sangat menarik penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo.
Tingkat prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo Dalam sebuah hasil belajar peserta didik maka peningkatan dari setiap akhir sementer selalu diharapkan. Sebagaimana tingkat prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo. Maka berikut ini penulis akan mentabulasikan jawaban sesuai dengan pertanyaan yang diberikan kepada peserta didik mereka sebagai berikut:

Tabel 3.Distribusi responden berdasarkan peningkatan prestasi belajar dengan penggunaan media teknologi  informasi  dan  komunikasi  peserta  didik  kelas  X  di  SMN  I  Dekai  Kabupaten Yahukimo


No

Alternatif Jawaban

Jumlah Responden
Jumlah
(%)
1
Sangat meningkat
17
56,66
2
Meningkat

3
10,0
3
Biasa

5
16,66
4
Tidak meningkat
1
3,33
5
Sangat tidak meningkat
4
13,33


Total                   
30                                    
100 %                         

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa dari 30 orang yang ditetapkan menjadi responden dalam penelitian ini, masing-masing mempunyai  jawaban alternatif dalam menjawab pertanyaan tentang peningkatan prestasi belajar dengan penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo. Pada tabel di atas terlihat bahwa 17 orang responden atau 56,66% yang memberikan jawaban sangat meningkat prestasi belajar dengan penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, kemudian sekitar 3 orang atau 10,0% yang memberi jawaban meningkat, kemudian ada 5 orang atau 16,66% yang memberi jawaban biasa. Kemudian hanya 1 orang atau
3,33% yang memberikan jawaban tidak meningkat. Dan sisanya sebesar 4 orang atau 13,33% yang memberikan jawaban bahwa sangat tidak meningkat  penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo.
Melihat jumlah responden yang memberikan jawaban sangat menarik penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, berarti memberikan penguatan bahwa hampir lebih 50% peserta didik mampu meningkatkan prestasi belajar  Bahasa  Inggris  mereka.    Sehingga  dengan  demikian  memberi  penguatan  dan  harapan pendidik sebagai bagian strategi komunikasi yang akan dilakukan pada SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo dalam meningkatkan prestasi belajar tersebut. Penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo sangat berpotensi untuk memberikan contoh dan menularkannya kepada semua stakeholder yang ada di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan rumus .r”. Product moment. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

N Ã¥ XY - (Ã¥ X )(Ã¥Y )


rxy   =


[N Ã¥ X 2 - (Ã¥ X ) 2 ][N Ã¥ Y 2  - (Ã¥ Y ) 2 ]



Keterangan:
Rxy = Angka Indeks Korelasi .r. product moment (variabel x dan y)
N     = Jumlah Responden
XY = Jumlah hasil perkalian antara skor x dan skor y
X  = Jumlah seluruh skor x
Y  = Jumlah seluruh skor y

Indikator-indikator yang dipergunakan untuk mengukur adanya hubungan atau pengaruh antara variabel dependen prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo  (Y) dengan variabel independen penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi (X). Tetapi seberapa besar hubungan tersebut, belum dapat diketahui.
Oleh karena itu, untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh atau korelasi dan arah Pengaruh penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, diperlukan analisis lebih lanjut tentang arah hubungan dari masing-masing variabel tersebut. Sehingga, untuk menjawab persoalan tersebut
dipergunakan analisis regresi linier sederhana atau analisis korelasi product moment.
Hipotesis penelitian ini berbunyi: Ada pengaruh yang kuat  penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo.”
Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik uji regresi linier sederhana atau analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana tersebut, pasangan data prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo (Y) dengan variabel independen penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi (X), diketahui bahwa nilai koefisien  regresi b yang diperoleh adalah sebesar 0,108 dan nilai konstanta sebesar 4,502. Dari uraian tersebut, maka dapat dijelaskan persamaan regresi antara variabel penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo adalah Y = 4,502 + 0,108X.

Tabel 4. Uji-t, Uji Signifikansi prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo (Y) dengan variabel independen penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi (X)



Unstandardized


Standardized


Model


  Coefficients                  Coefficients        


B            Std. Error    Beta
t-hitung
t-tabel
Sig.
1   (Constant)
4,502
0,485

9,290

0,000
X
0,108
0,018
0,861
6,114
1,75
0,000
a Dependent Variable: Y

Selanjutnya, untuk melihat penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo dapat diketahui berdasarkan besarnya nilai R Square (koefisien determinasi) sebagaimana terlihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 5. R Square (r2), Besarnya tingkat pengaruh penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo

Model
R
R Square
1.
0,861
0,742

Tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa besarnya pengaruh penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo adalah sebesar 0,742 atau sebesar 74,2%. Artinya, bahwa sekitar 74,2% perubahan kinerja pendidik di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo dapat dijelaskan oleh variabel stategi komunikasi kepala sekolah (X), sedangkan sisanya sekitar 25,8% disebabkan oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam model ini. Sedangkan koefisien korelasi R = 0,861, berarti korelasi antara penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo adalah sangat kuat.




4.1.  Pembahasan Hasil Penelitian
Pengertian  penggunaan  media  TIK  di  dalam  penelitian  ini  adalah  cara  atau  metode komunikasi yang dilakukan oleh seorang pendidik dalam memasukkan media teknologi pada setiap pembelajaran Bahasa Inggris di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, yang terdiri dari:
Kemudahan.
Sebagaimana pada hasil penelitian sebelumnya yang dimana sebahagian besar responden memberikan jawaban sangat mudah (66,66%) hal ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh pendidik di SMAN I Dekai kabupaten Yahukimo sangat baik dan tepat.
Masih menurut jalaluddin Rahmat selain persepsi interpersonal juga ada konsep diri yaitu pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Konsep diri yang positif, ditandai dengan lima hal, yaitu: a. Yakin akan kemampuan mengatasi masalah; b. Merasa setara dengan orang lain; c. Menerima pujian tanpa rasa malu; d. Menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat; e. Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubah. Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi persuasif, yaitu:
Membuat diri sendiri menjadi berarti, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Bila seseorang pendidik menganggap dirinya sebagai orang yang rajin, ia akan berusaha menghadiri pengajaran secara teratur, membuat catatan yang baik, mempelajari materi pelajaran dengan sungguh-sungguh, sehingga memperoleh nilai akademis yang baik.
Membuka diri. Pengetahuan tentang diri kita akan meningkatkan komunikasi, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan baru.
Percaya diri. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai communication apprehension. Orang yang aprehensif dalam komunikasi disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri. Untuk menumbuhkan percaya diri, menumbuhkan konsep diri yang sehat menjadi perlu.
Selektivitas. Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri (terpaan selektif), bagaimana kita mempersepsi pesan (persepsi selektif), dan apa yang kita ingat (ingatan selektif). Selain itu konsep diri juga berpengaruh dalam penyandian pesan (penyandian selektif).
Pada aspek kecepatan pada penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo cukup berhasil dari jumlah responden yang ditetapkan dalam penelitian ini terdapat 22 orang atau 73,33% responden yang memberikan jawaban bahwa peserta didik  kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo telah melakukan pengawasan sebagaimana hal perlu dilakukan oleh peserta didik. Dalam beberapa teori komunikasi bahwa kemudahan adalah bentuk respon sustanibility (keberlanjutan tanggapan) yang perlu disadari oleh pendidik.
Menurut asumsi peneliti berdasarkan hasil analisis deskriptif di atas, bahwa apabila kinerja pendidik mampu berkomunikasi aktif, taat/patuh, serta dapat bekerja sama maka sepertinya tidak ada lagi alasan untuk dapat meraih standar kinerja seperti yang diharapkan bersama.

4.2.  Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana
Untuk menguji hipotesis alternatif (H1) penelitian ini yang berbunyi: Ada hubungan yang sangat kuat antara penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, maka dilakukan analisis statistik inferensial.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan teknik uji regresi   linier   sederhana   dengan   penerapan   korelasi   product   moment   menunjukkan  bahwa penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo (X) mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan penggunan TIK di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo (Y) yang ditandai dengan nilai koefisien korelasi R = 0,861 (mendekati nilai angka 1)  Hal ini berdasarkan tabel konversi kualitatif nilai Indeks Kuatnya Hubungan (IKH) yang dikemukakan oleh Tiro, 1999:48 sebagaimana telah diuraikan terdahulu.



5.    Kesimpulan dan Saran
5.1. Kesimpulan
Hasil penelitian mengenai hubungan penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Bahwa penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo berada pada kategori tinggi. (66,67%) hal ini menegaskan bahwa penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi melalui pendekatan kemudahan, kecepatan, efektif, efisien, dan ketertarikan akan berdampak baik terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo.
Bahwa tingkat prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo berada pada kategori tinggi.  (53,34% ) hal ini memberikan apresiasi dan keinginan oleh kepala sekolah bahwa dengan penerapan penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo dengan melihat peningkatan hasil belajar mereka pada setiap akhir semester. Hubungan penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN 1 Dekai Kabupaten Yahukimo sangat berpengaruh.   Hal ini ditandai dengan nilai koefisien korelasi R =
0,861 (mendekati nilai angka 1), yakni besarnya hubungan penggunaan TIK dengan Tingkat prestasi belajar bahsa inggris peserta didik kelas X SMAN 1 Dekai.
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka disarankan sebagai berikut:
Dengan diketahuinya bahwa penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo berada pada kategori tinggi, maka pihak pengelolah, kepala sekolah bersama para pendidik hendaknya dapat mempertahankan dan menambah intensitas komunikasi yang dibangun dengan melakukan hal-hal antara lain sebagai berikut:
a.    Mempertahankan dan menjaga hubungan antara kedua belah pihak yang sudah ada selama ini.
b.    Menambah jumlah dan intensitas dalam pertemuan untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya.

Dengan diketahuinya bahwa prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X pada SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo berada pada kategori tinggi, maka kepala sekolah bersama para pendidik hendaknya berusaha terus untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi belajar Bahasa Inggris mereka dengan baik.
Disarankan kepada peneliti yang lain agar melakukan penelitian dengan kajian yang lebih mendalam dengan menambah faktor-faktor (variabel) lain yang diteliti.

Daftar Pustaka
[1] Budiman, Arif. 2010. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
[2] Sunaryo. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikator Dan Komunikan.
Jakarta: Rineka Cipta.
[3]  Effendy,  Onong  Uchajana,  2002.  Ilmu  Komunikasi  Teori  dan  Praktek.    Bandung:  Remaja
Rosdakarya. Cet. 13.
[4] Vaza. 2007. Pengantar Ilmu Komunikasi Dan Teknologi. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
[5] Sadiman. 1993, Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.“ Bandung: Pusat Penelitian
informatika - LIPI.
[6] Petherbridge & Chapmen. 2007. Teknologi Komunikasi & Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara.
[7] Murhani, Poewadarmita. 2003. Rahasia Sukses Membangun ESQ Dan Prestasi Belajar. Jakarta: Arga.
[8] Suryabrata. 2003. Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi.
[9] Sahabuddin. 1999. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Rajawali Press. [10] Darmawati & Mudjijana. 2008. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. [11] Nasution. 1996. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
[12] Suharsimi, Arikunto. 2007. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.