PENGARUH PENGGUNAAN
MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DENGAN PRESTASI BELAJAR
BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK KELAS X
DI SMAN
I DEKAI KABUPATEN YAHUKIMO
Yusri
Fakultas Teknik Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui penggunaan media Teknologi Informasi Komunikasi peserta didik, Untuk mengetahui tingkat penguasaan media Teknologi Informasi Komunikasi
para
pendidik dalam memotivasi
Peserta didik dan Untuk mengetahui hubungan penggunaan
media Teknologi Informasi Komunikasi
dengan motivasi belajar peserta didik kelas X SMA Negeri I Dekai Kabupaten Yahukimo. Hasil penelitian menunjukkan Bahwa penggunaan Teknologi Informasi
Komunikasi (TIK) Peserta didik berada pada kategori tinggi.
(66,67%). Artinya bahwa penggunaan
TIK
memiliki manfaat yang sangat besar terhadap peningkatan penguasaan media internet para
pendidik dalam memotivasi Peserta didik kelas X SMA Negeri I Dekai Kabupaten Yahukimo.
Bahwa tingkat prestasi belajar bahasa inggris Peserta didik berada pada kategori tinggi. (53,34%) artinya bahwa selama ini peningkatan penguasaan
media internet para pendidik dalam memotivasi Peserta
didik kelas X SMA
Negeri I Dekai Kabupaten Yahukimo adalah dengan gairah, semangat, dan
keinginan untuk mempelajari
media Teknologi Informasi Komunikasi tersebut. Penggunaan TIK mempunyai hubungan yang kuat dengan peningkatan penguasaan media internet para pendidik
dalam memotivasi Peserta
didik.
Hal ini ditandai dengan nilai koefisien korelasi R = 0,861 (mendekati
nilai angka 1). Artinya semakin diterpa penggunaan
TIK
pada mata pelajaran Bahasa Inggris maka
semakin kuat peningkatan penguasaan media internet para pendidik dalam memotivasi Peserta didik
kelas X SMA Negeri I Dekai Kabupaten Yahukimo tersebut.
Kata Kunci: Manfaat Media TIK, Prestasi Belajar.
Copyright
@ 2016 -- Jurnal Ilmiah ILKOM --
All rights reserved.
1. Pendahuluan
Era globalisasi
membawa pengaruh pada segenap aspek kehidupan manusia. Hal ini dapat
dilihat dari prosesnya yang berada dalam sebuah sistem yang saling mempengaruhi antara satu
orang atau kelompok tertentu. Oleh
karenanya mereka tidak berjalan dalam ruang hampa dan kosong
karena saling membutuhkan. Begitu pula pengaruh antara pendidikan dengan perkembangan
sosial- budaya, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di lingkungannya.
Sistem pendidikan
dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di masyarakat,
sebaliknya pendidikan juga mempengaruhi dan bahkan diharapkan dapat mengarahkan
perubahan dalam masyarakat agar terjadi ke arah yang positif. Salah satu perubahan besar yang terjadi dalam beberapa dasawarsa
terakhir ini, adalah kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang didukung oleh penggunaan komputer.
Dengan kemajuan TIK, maka terjadilah era globalisasi yang merambah
pada aspek sosial budaya,
politik, ekonomi, termasuk pendidikan. Berkembangnya TIK telah mengubah pola-pola komunikasi dan distribusi informasi tanpa batas wilayah, Negara, atau waktu dan ruang. Dalam
kaitannya dengan
proses pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah, TIK khususnya belum dapat dimanfaatkan
oleh
pendidik maupun peserta didik, antara lain dalam pencarian informasi atau bahan pelajaran, mendekatkan jarak ruang dan waktu dalam interaksi pendidik-peserta didik, efisiensi pembelajaran serta penyimpanan berbagai data dan informasi yang diperlukan.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran Bahasa Inggris tentu tergantung pada kemampuan
dan
kreativitas pendidik dalam mengoperasikan
media pembelajaran tersebut. Menurut [1]
menyatakan bahwa dengan menggunakan
media pembelajaran dengan efektif dan kontinyu akan dapat mempengaruhi
prestasi peserta didik di dalam kelas/sekolah. Hal ini disebabkan karena kemajuan IPTEK telah membawa banyak manfaat untuk mengembangkan
sebuah pembelajaran dengan desain atau metode yang cocok dengan keinginan dan selera peserta didik. Dalam hal ini
sebagai salah satu sekolah yang diharapkan dapat berkembang dan menerima setiap perubahan
khususnya dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi di masa yang akan datang. Maka SMA Negeri
1 Dekai Kabupaten Yahukimo sebagai salah satu sekolah yang mencermati perkembangan
TIK tersebut sangat sadar akan hal ini, sehingga sebagai manifestasinya berusaha menata kurikulum sekolah yang berbasis muatan lokal dan tetap bertindak global dalam mengadopsi bentuk – bentuk
inovasi pendidikan.
Berdasarkan latar
belakang
masalah
di
atas,
maka rumusan masalah ini penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), bagaimanakah tingkat prestasi belajar, dan apakah ada pengaruh penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Dekai Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK), Untuk mengetahui
tingkat prestasi belajar, dan Untuk mengetahui pengaruh
penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi
terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris
peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Dekai Kabupaten Yahukimo. Kegunaan penelitian ini yang pertama diharapkan
dapat mengetahui penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),diharapkan
dapat mengetahui tingkat prestasi belajar, dan diharapkan dapat mengetahui
pengaruh penggunaan
media Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa
Inggris peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Dekai Kabupaten Yahukimo. Manfaat yang ke dua diharapkan menjadi bahan referensi dalam rangka pengembangan ilmu komunikasi dan teknologi, diharapkan menjadi bahan informasi bagi para peneliti yang berminat mengembangkan
kajian yang
relevan dengan hasil penelitian ini, dan diharapkan mampu memberikan
bahan masukan bagi Dinas Pendidikan untuk pengembangan
teknologi Informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan, terutama pada mata pelajaran Bahasa Inggris.
2. Landasan Teori
2.1. Komunikasi dan
Pendidikan
Komunikasi dapat berhasil dengan baik apabila timbul saling pengertian atau
pemahaman antara sesama manusia, baik sebagai pihak komunikator (pengirim pesan) maupun sebagai pihak komunikan (penerima pesan). Secara etimologi, komunikasi berasal dari bahasa
Latin, communicatio.
Perkataan ini bersumber dari kata “communi” yang berarti sama, yaitu sama makna mengenai suatu hal. Sebagaimana yang dijelaskan Schramm [2] bahwa:
Communication berasal
dari
kata komuni
yang
berarti
sama.
Jika mengadakan
komunikasi dengan semua pihak, maka gagasan dinyatakan
untuk memperoleh
persamaan
makna dengan pihak lain mengenai suatu objek tertentu.
Selanjutnya
menurut
Verderber
[3] mengemukakan bahwa “komunikasi
yang
efektif
adalah komunikasi yang memungkinkan
makna yang disampaikan mirip atau sama dengan
makna yang dimaksudkan komunikator.
Singkatnya komunikasi yang efektif adalah makna
bersama”.
2.2. Teknologi Komunikasi Pembelajaran
Hewitt (1981), menjabarkan
tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik
sebagai berikut: Mempelajari atau mengajarkan
sesuatu, Mempengaruhi
perilaku seseorang,
Mengungkapkan
perasaan, Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain, Berhubungan
dengan orang lain, Menyelesaikan
sebuah masalah, Mencapai sebuah tujuan, Menurunkan
ketegangan dan menyelesaikan konflik, Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orang lain.
2.3. Penggunaan
TIK
Dalam Pembelajaran Bahasa
Inggris
1. Pengertian Teknologi
Menurut Vaza [5] teknologi adalah sebuah proses yang dilaksanakan dalam upaya mewujudkan
sesuatu secara rasional. Vaza menekankan kata rasional dalam pengertian
teknologi tersebut.
2. Pengertian Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran
Teknologi pendidikan bisa dipandang sebagai suatu produk dan proses [6] Sebagai suatu produk, teknologi pendidikan
mudah dipahami karena sifatnya lebih kongkrit seperti
radio, televisi, proyektor, OHP, dan sebagainya. Sebagai sebuah proses, teknologi pendidikan
bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi
pendidikan bisa dipahami
sebagai suatu proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang,
prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk
menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai,
dan
mengelola pemecahan masalah tersebut yang menyangkut semua aspek belajar manusia
(AECT, 1977). Sejalan dengan hal tersebut,
maka lahirlah teknologi pendidikan
dari adanya permasalahan dalam pendidikan. Ada tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan
dan pemanfaatannya, yaitu pendekatan sistem, berorientasi
pada siswa, dan pemanfaatan pada sumber belajar [5].
3. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran
Saat ini perkembangan teknologi informasi (TI) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya
penggunaan TI ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1)
dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas
ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
2.4. Prestasi
Belajar Bahasa
Inggris
Menurut Poerwadarmita [7] mengemukakan bahwa “prestasi” adalah hasil yang dicapai, dilakukan dan dikerjakan, tinggi
rendahnya suatu nilai sebagai hasil yang dicapai oleh seseorang.
Sedangkan Suryabrata [8] bahwa “Prestasi” mewujudkan kecakapan suatu manusia dan suatu
bangsa.
Sahabuddin mengemukakan bahwa Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses
kegiatan yang menimbulkan kelakuan baru atau merubah kelakuan lama sehingga seseorang
lebih mampu memecahkan masalah dan menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi. [9]
Pengertian prestasi belajar juga dikemukakan
oleh Mudjijana [10] yang mengatakan
prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seorang siswa berupa penambahan
atau
peningkatan kualitas perilaku dari rana konigtif, afektif dan psikomotorik yang dicapai melalui aktivitas siswa
dalam proses belajar mengajar.
Selanjutnya
Winkel [11] mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya
sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Sedangkan menurut S. Nasution [1996:17] prestasi
belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat.
3. Metode Penelitian
3.1. Pendekatan
dan Desain Penelitian
a. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, yaitu mengkaji keterkaitan
antara dua variabel, yaitu Pengaruh TIK dan prestasi belajar.
b. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain
Keterangan: X =
TIK; Y = dan prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik Kelas X
3.2. Populasi dan
Sampel
a. Populasi
Pengertian
populasi adalah suatu yang menjadi sasaran penelitian dalam
usaha
memperoleh informasi dan menarik kesimpulan. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan
siswa kelas X Ilmu Sosial I yang mengikuti mata pelajaran Bahasa Inggris diSMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo sebanyak 125 orang.
b. Sampel
Ukuran sampel ditentukan dengan mengambil sebanyak 25% dari jumlah populasi,
pengambilan
20%
dari ukuran sampel sejalan dengan pendapat [12] bahwa: …. apabila sudah kurang dari 100 orang maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan
penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil
antara 10-15% atau 20-25% dari jumlah
populasi. Dalam
penelitian ini maka jumlah
sampel adalah 30 orang peserta didik.
3.3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah beberapa metode, dengan maksud agar
kelemahan dan keterbatasan setiap metode dapat ditutupi oleh metode lain.
1. Angket
Yaitu sejumlah daftar pertanyaan yang digunakanuntuk memperoleh data dan informasi dari responden pertanyaan-pertanyaan tersebut disusun sedemikian rupa berdasarkan
indikator yang ada
2. Wawancara
Yaitu kegiatan wawancara
langsung kepada kepala sekolah
dan
pendidik, yang terkait dengan penelitianya itu keadaan peserta didik kelas X SMAN 1 Dekai Kabupaten Yahukimo.
3.4. TeknikAnalisis Data
Untuk menjawab permasalahan
dalam penelitian ini, maka teknik analisis data yang
digunakan adalah analisis deskriptif dan análisis inferensial.
Untuk keperluan análisis deskriptif digunakan karakteristik nilai tertinggi, nilai terendah, mean, median, modus, distribusi frekuensi, persentase, dan histogram.
Sedangkan
pedoman pengkategorian yang digunakan
untuk mengelompokkan strategi komunikasi kepala sekolah dan kinerja pendidik berpedoman pada penilaian acuan patokan dari Arikunto (1993:48), yaitu:
Tabel 1.
Penilaian
Acuan Patokan
Interval Nilai
|
Kategori
|
8,1 – 10,0
6,6 – 8,0
5,6 – 6,5
4,1 – 5,5
0,0 – 4,0
|
Sangat tinggi
Tinggi Sedang
Rendah
Sangat rendah
|
Selanjutnya analisis statistik inferensial digunakan
untuk menguji hipotesis penelitian yang telah
diajukan. Pengujian
hipotesis
tersebut
dimaksudkan
untuk mengetahui
ada tidaknya pengaruh penggunaan TIK terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik
kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, berdasarkan nilai koefisien korelasi (r).
Untuk maksud tersebut, maka nilai koefisien korelasi (r) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan koefisien korelasi product moment, menurut Arikunto (1993:206) sebagai berikut:
nå Xi .Yi - (å Xi )(å Yi )
{nå X2 - (å X )2 }.{nå Y2 - (å Y )2 }
rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y. X = Penggunaan T I K
Y = Prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X Di SMAN I Dekai Kabupaten
Yahukimo
n = Jumlah sampel
Kriteria yang digunakan untuk menginterpretasi nilai kuatnya hubungan antara kedua variabel adalah seperti yang dikemukakan oleh Tiro (2000: 48), sebagai berikut:
Tabel 2. Konversi nilai kualitatif nilai IKH.
Nilai IKH Hubungan
0,80 – 1,00
0,60 – 0,79
0,40 – 0,59
0,20 – 0,39
Kuat Sedang Lemah
0,00 – 0,19 Sangat lemah
4. Hasil
Penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik Pada Mata Pelajaran
Bahasa Inggris Kelas X di SMAN 1 Dekai Kabupaten Yahukimo
Provinsi Papua. Bila melihat realitas jawaban setiap responden dapat dikatakan bahwa penggunaan media teknologi informasi dan
komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai terhadap peserta didik sangat bagus. Hal ini ditandai dengan lebih dari 50% responden memberikan
jawaban sangat menarik penggunaan
media
teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo.
Tingkat prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten
Yahukimo Dalam sebuah hasil belajar peserta didik maka peningkatan
dari setiap akhir sementer
selalu diharapkan. Sebagaimana tingkat prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di
SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo. Maka berikut ini penulis akan mentabulasikan
jawaban sesuai
dengan pertanyaan yang diberikan kepada peserta didik mereka sebagai berikut:

Tabel 3.Distribusi responden berdasarkan peningkatan prestasi belajar dengan penggunaan
media
teknologi informasi dan
komunikasi peserta
didik
kelas
X
di
SMN I Dekai
Kabupaten Yahukimo
No
|
Alternatif Jawaban
|
Jumlah Responden
|
Jumlah
(%)
|
1
|
Sangat meningkat
|
17
|
56,66
|
2
|
Meningkat
|
|
3
|
10,0
|
3
|
Biasa
|
|
5
|
16,66
|
4
|
Tidak meningkat
|
1
|
3,33
|
5
|
Sangat tidak meningkat
|
4
|
13,33
|
|
|
Total
|
30
|
100 %
|
Pada tabel di atas menunjukkan bahwa dari 30 orang yang ditetapkan menjadi responden
dalam penelitian ini, masing-masing
mempunyai jawaban alternatif dalam menjawab pertanyaan tentang peningkatan
prestasi belajar dengan penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo. Pada tabel di atas terlihat bahwa 17 orang responden atau 56,66% yang memberikan jawaban sangat meningkat prestasi belajar dengan penggunaan
media teknologi informasi dan komunikasi
peserta didik kelas X di SMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo,
kemudian sekitar 3 orang atau 10,0% yang memberi jawaban meningkat, kemudian ada 5 orang atau 16,66% yang memberi jawaban biasa. Kemudian hanya 1 orang atau
3,33% yang memberikan jawaban tidak meningkat. Dan sisanya sebesar 4 orang atau 13,33% yang memberikan
jawaban bahwa sangat tidak meningkat penggunaan
media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X
di
SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo.
Melihat jumlah responden yang memberikan
jawaban sangat menarik penggunaan
media
teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo,
berarti memberikan penguatan bahwa hampir lebih 50% peserta didik mampu meningkatkan prestasi
belajar Bahasa
Inggris mereka. Sehingga
dengan demikian
memberi
penguatan dan
harapan
pendidik sebagai bagian strategi komunikasi yang akan dilakukan pada SMAN I Dekai Kabupaten
Yahukimo dalam meningkatkan
prestasi belajar tersebut. Penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo sangat berpotensi untuk
memberikan contoh dan menularkannya
kepada semua stakeholder yang ada di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo. Untuk menganalisis
data dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan
rumus .”r”. Product moment. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:
N å XY - (å X )(åY )
rxy
=
[N å X
2 - (å X ) 2 ][N å Y 2 - (å Y ) 2 ]
Keterangan:
Rxy = Angka Indeks Korelasi .r. product moment (variabel x dan y)
N = Jumlah Responden
XY = Jumlah hasil perkalian antara skor x
dan
skor y
X = Jumlah seluruh skor x
Y = Jumlah seluruh skor y
Indikator-indikator
yang dipergunakan
untuk mengukur adanya hubungan atau pengaruh antara variabel dependen prestasi
belajar Bahasa
Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo
(Y) dengan variabel independen penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi (X). Tetapi seberapa besar hubungan tersebut, belum dapat diketahui.
Oleh karena itu, untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh atau korelasi dan arah Pengaruh
penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi
terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris
peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, diperlukan analisis lebih lanjut tentang
arah hubungan dari masing-masing variabel tersebut. Sehingga, untuk menjawab persoalan tersebut
dipergunakan analisis regresi linier sederhana atau analisis korelasi product moment.
Hipotesis penelitian ini berbunyi: ”Ada pengaruh yang kuat penggunaan media teknologi
informasi dan komunikasi
terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo.”
Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
teknik uji regresi linier
sederhana atau analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana tersebut, pasangan
data
prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo (Y) dengan variabel independen penggunaan media teknologi informasi dan
komunikasi (X), diketahui bahwa nilai koefisien
regresi b yang diperoleh adalah sebesar 0,108 dan
nilai konstanta sebesar 4,502. Dari uraian tersebut, maka dapat dijelaskan persamaan regresi antara
variabel penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi
terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X
di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo adalah Y
= 4,502 + 0,108X.
Tabel 4. Uji-t, Uji Signifikansi prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo
(Y) dengan variabel independen penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi (X)
Unstandardized
Standardized
Model
Coefficients
Coefficients
B Std.
Error Beta
|
t-hitung
|
t-tabel
|
Sig.
|
1 (Constant)
|
4,502
|
0,485
|
|
9,290
|
|
0,000
|
X
|
0,108
|
0,018
|
0,861
|
6,114
|
1,75
|
0,000
|
a Dependent Variable: Y
Selanjutnya, untuk melihat penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi
terhadap
prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo dapat
diketahui berdasarkan besarnya nilai R Square (koefisien determinasi) sebagaimana terlihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 5. R Square (r2), Besarnya tingkat pengaruh penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi
terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo
Model
|
R
|
R Square
|
1.
|
0,861
|
0,742
|

Tabel tersebut di atas menunjukkan
bahwa besarnya pengaruh penggunaan media teknologi
informasi dan komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I
Dekai Kabupaten Yahukimo
adalah sebesar 0,742 atau sebesar
74,2%. Artinya, bahwa
sekitar 74,2% perubahan
kinerja pendidik di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo dapat dijelaskan oleh variabel stategi komunikasi kepala sekolah (X), sedangkan sisanya sekitar 25,8% disebabkan oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam model ini. Sedangkan koefisien korelasi R = 0,861, berarti korelasi antara
penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi
terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X
di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo adalah sangat kuat.
4.1. Pembahasan Hasil Penelitian
Pengertian penggunaan media TIK
di
dalam
penelitian ini adalah cara
atau metode komunikasi yang dilakukan oleh seorang pendidik dalam memasukkan media teknologi pada setiap pembelajaran Bahasa Inggris di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo, yang terdiri dari:
Kemudahan.
Sebagaimana pada hasil penelitian sebelumnya yang dimana sebahagian besar responden memberikan jawaban sangat mudah (66,66%) hal ini menunjukkan
bahwa apa yang dilakukan oleh pendidik di SMAN I Dekai kabupaten Yahukimo sangat baik dan tepat.
Masih menurut jalaluddin Rahmat selain persepsi interpersonal juga ada konsep diri yaitu pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Konsep diri yang positif, ditandai dengan lima hal,
yaitu: a. Yakin akan kemampuan
mengatasi masalah; b. Merasa setara dengan orang lain; c. Menerima
pujian tanpa rasa malu; d. Menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat; e. Mampu memperbaiki
dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan
berusaha mengubah. Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan
dalam komunikasi
persuasif, yaitu:
Membuat diri sendiri menjadi berarti, karena setiap orang bertingkah
laku sedapat mungkin
sesuai dengan konsep dirinya. Bila seseorang pendidik menganggap dirinya sebagai orang yang rajin, ia akan berusaha menghadiri pengajaran secara teratur, membuat catatan yang baik, mempelajari
materi pelajaran dengan sungguh-sungguh, sehingga memperoleh nilai akademis yang baik.
Membuka diri. Pengetahuan tentang diri kita akan meningkatkan komunikasi, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri kita. Dengan
membuka diri, konsep diri
menjadi dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman
dan gagasan baru.
Percaya diri. Ketakutan untuk melakukan komunikasi
dikenal sebagai communication apprehension. Orang yang aprehensif dalam komunikasi disebabkan
oleh kurangnya rasa percaya diri. Untuk menumbuhkan percaya diri, menumbuhkan konsep diri yang sehat menjadi perlu.
Selektivitas. Konsep diri mempengaruhi
perilaku komunikasi kita karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri (terpaan selektif), bagaimana kita mempersepsi pesan
(persepsi selektif), dan apa yang kita ingat (ingatan selektif). Selain itu konsep diri juga berpengaruh dalam penyandian pesan (penyandian selektif).
Pada aspek kecepatan pada penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh peserta didik
kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo cukup berhasil dari jumlah responden yang ditetapkan
dalam penelitian ini terdapat 22 orang atau 73,33% responden yang memberikan
jawaban bahwa peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo telah melakukan pengawasan sebagaimana
hal
perlu dilakukan oleh peserta didik. Dalam beberapa teori komunikasi bahwa kemudahan adalah bentuk respon sustanibility (keberlanjutan tanggapan) yang
perlu disadari oleh pendidik.
Menurut asumsi peneliti berdasarkan hasil analisis deskriptif di atas, bahwa apabila kinerja
pendidik mampu berkomunikasi aktif, taat/patuh, serta dapat bekerja sama maka sepertinya tidak ada
lagi alasan untuk dapat meraih standar kinerja seperti yang diharapkan bersama.
4.2. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana
Untuk menguji hipotesis alternatif (H1) penelitian ini yang berbunyi:
“Ada hubungan yang sangat kuat antara penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi
terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo”, maka dilakukan analisis
statistik inferensial.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan
teknik uji regresi linier sederhana dengan penerapan korelasi product moment menunjukkan
bahwa
penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi
terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo (X) mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan penggunan TIK di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo (Y) yang ditandai dengan nilai koefisien korelasi R = 0,861 (mendekati nilai angka 1) Hal ini berdasarkan tabel konversi kualitatif nilai Indeks Kuatnya Hubungan (IKH) yang dikemukakan oleh Tiro, 1999:48 sebagaimana telah diuraikan terdahulu.
5. Kesimpulan dan Saran
5.1. Kesimpulan
Hasil penelitian mengenai hubungan penggunaan
media teknologi informasi dan
komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Bahwa penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi di SMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo berada pada kategori tinggi. (66,67%) hal ini menegaskan bahwa
penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi melalui pendekatan kemudahan, kecepatan, efektif, efisien, dan ketertarikan
akan
berdampak baik terhadap prestasi belajar
Bahasa Inggris peserta didik kelas X
di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo.
Bahwa tingkat prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo berada pada kategori tinggi.
(53,34% ) hal ini memberikan apresiasi dan keinginan oleh kepala sekolah bahwa dengan penerapan penggunaan media teknologi informasi
dan
komunikasi di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo dengan melihat peningkatan hasil belajar mereka pada setiap akhir semester. Hubungan penggunaan
media teknologi informasi dan
komunikasi terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X di SMAN 1 Dekai Kabupaten Yahukimo sangat berpengaruh. Hal ini ditandai dengan nilai koefisien korelasi R =
0,861 (mendekati nilai angka 1), yakni besarnya hubungan penggunaan TIK dengan Tingkat
prestasi belajar bahsa inggris peserta didik kelas X SMAN 1 Dekai.
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka disarankan sebagai berikut:
Dengan diketahuinya bahwa penggunaan
media teknologi informasi
dan
komunikasi di
SMAN I Dekai
Kabupaten Yahukimo berada
pada
kategori tinggi, maka pihak pengelolah, kepala sekolah bersama para pendidik hendaknya dapat mempertahankan dan menambah intensitas komunikasi yang dibangun dengan melakukan hal-hal antara lain sebagai berikut:
a. Mempertahankan dan menjaga hubungan antara kedua belah pihak yang sudah ada selama ini.
b. Menambah jumlah dan intensitas dalam pertemuan untuk berkomunikasi antara satu
dengan yang lainnya.
Dengan diketahuinya
bahwa prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas X pada SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo berada pada kategori tinggi, maka kepala sekolah bersama
para pendidik hendaknya berusaha terus untuk mempertahankan
dan
meningkatkan prestasi belajar Bahasa Inggris mereka dengan baik.
Disarankan kepada peneliti yang lain agar melakukan penelitian dengan kajian yang lebih mendalam dengan menambah faktor-faktor (variabel) lain yang diteliti.
Daftar Pustaka
[1] Budiman, Arif. 2010. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
[2] Sunaryo. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikator Dan Komunikan.
Jakarta: Rineka Cipta.
[3] Effendy,
Onong Uchajana, 2002.
Ilmu
Komunikasi Teori dan
Praktek. Bandung: Remaja
Rosdakarya. Cet. 13.
[4] Vaza. 2007. Pengantar Ilmu Komunikasi Dan Teknologi. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
[5] Sadiman. 1993, “Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.“ Bandung: Pusat Penelitian
informatika - LIPI.
[6] Petherbridge & Chapmen. 2007. Teknologi Komunikasi & Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara.
[7] Murhani, Poewadarmita. 2003. Rahasia Sukses
Membangun ESQ Dan Prestasi Belajar.
Jakarta: Arga.
[8] Suryabrata. 2003. Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi.
[9] Sahabuddin. 1999. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Rajawali Press. [10] Darmawati & Mudjijana. 2008. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. [11] Nasution. 1996. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
[12] Suharsimi, Arikunto. 2007. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.